Sunday, 22 February 2009

Prolog

Never force yourself to read a book that you do not enjoy.

There are so many good books in the world,
it is foolish to waste time on one that does not give you pleasure.

-- Atwood H. Townsend, NYU Professor, chair of group that created Good Reading: A Helpful Guide for Serious Readers


sumber gambar : Flickr

Sedang mencari bahan bacaan yang menarik?
Anda datang ke tempat yang tepat! :)

Situs ini bukanlah situs resensi buku biasa.

Para penulis blog ini adalah pecinta buku. Kami menyukai buku & menikmati membaca halaman demi halaman, mengamati cover depan buku, membaca resensi buku, hingga mempelajari biografi dan latar belakang sang penulis, yang sedikit-banyak mendasari pikiran-pikiran mereka dalam menciptakan sebuah karya seni berupa buku.

Kami ingin membagi apa yang kami nikmati dan pelajari dari membaca sebuah buku. Kami akan mencoba untuk menjelaskan rasa, aroma, dan aura yang melingkupi buku tersebut. Menurut kami, "buku" memberi sudut pandang lain dalam memandang kehidupan. Dengan membaca buku, kita melihat dunia dari sudut pandang sang penulis. Buku membuka mata dan pikiran kita, mengantar kita ke tempat-tempat yang tak pernah kita datangi sebelumnya.

Rasanya sayang jika pengalaman-pengalaman yang telah kami dapat dari membaca buku tidak kami bagi kepada orang lain. Berangkat dari pemikiran tersebut, maka situs ini tercipta sebagai "taman bermain" dalam berbagi pengalaman dalam menikmati sebuah buku.

Kami berkomitmen untuk HANYA menulis resensi buku yang kami sukai, sehingga diharapkan rasa antusias kami terhadap buku tersebut dapat menular kepada para pembaca blog ini.

Bagi para pecinta buku, rasanya puas sekali apabila kita berhasil "mempengaruhi" orang lain hingga orang itu tertarik untuk membaca buku yang kita suka.

Semoga dapat membantu dalam memilih bacaan yang cocok untuk Anda. :)

+ + + + +

CATATAN KAKI.
Beberapa posting awal adalah sebagian dari tulisan di blog pribadi para penulis, sehingga gaya penulisannya mungkin terlihat sangat informal. Namun untuk posting berikutnya, kami akan berusaha untuk menulis dengan lebih rapih dan teratur sesuai EYD. Hehehe, enjoy! *lho, ngga sesuai EYD lagi, hahaha*

Selamat membaca! :)

Sunday, 1 February 2009

Novel | Neil Gaiman's Novels

Lagi suka baca novel-novelnya Neil Gaiman.

Pertamanya sih gara-gara nonton Stardust (2007) --filmnya lucu & menghibur banget-- jadi penasaran pengen baca novelnya, ehehe... Tapi setelah baca novelnya, ternyata versi film dan versi novel emang dibuat beda. Versi novel berkesan lebih gloomy, dan gw baru tau kalo ternyata Neil Gaiman adalah spesialis bikin novel dongeng yang ditujukan oleh orang dewasa. Jadi jangan heran kalo ada adegan sex and violence di dalam novel-novelnya. Gaya penulisan Gaiman ini sedikit banyak mengingatkan gw akan dongeng klasik Grimm Bersaudara.

Tapi menurut gw, dua versi Stardust tersebut --baik versi novel maupun film-- sama menariknya. Hal yang jarang ditemui dalam film fantasi yang diadaptasi dari novel.

(Mungkin belum banyak yang tahu kalau Dongeng Grimm Bersaudara (Grimm's Fairy Tales atau Kinder- und Hausmärchen, dalam versi asli) juga sebenarnya tidak cocok dikonsumsi oleh anak-anak karena Grimm Bersaudara seringkali menuliskan unsur seks & kekerasan di dalam dongeng-dongeng mereka. Terbitan pertama kumpulan dongeng mereka sempat dikritik keras karena hal ini. Namun dalam versi modern, dongeng-dongeng mereka dirubah dan disesuaikan kembali agar cocok dengan konsumsi anak-anak. Kalo mau baca versi asli Grimm's Fairy Tales, bisa di-download di SINI.)


Classic Grimm's Fairy Tales - by Brothers Grimm


Anansi Boys - by Neil Gaiman

Novel Neil Gaiman yang baru selesai gw baca berjudul Anansi Boys. Mengisahkan seorang manusia biasa-biasa saja yang baru mendengar kabar bahwa ayah yang sudah lama dihindarinya meninggal dengan cara yang dapat disebut "memalukan" dan kemudian menemukan fakta bahwa dirinya adalah anak dari Dewa Anansi, Dewa Laba-Laba, Dewa Kejahilan. Lebih buruk lagi, ternyata ia mempunyai seorang saudara kandung yang sudah lama terpisah jauh yang memiliki kekuatan Dewa Anansi, dan kini mulai mengacaukan hidupnya yang biasa-biasa saja. Hmm.. Mungkin bukan mengacaukan, tapi hanya membuatnya lebih menarik.

Novel Anansi Boys ini lebih lucu dibanding novel-novel karya Neil Gaiman yang lain. (Walopun gw baru baca Coraline & Stardust ding, hehe) Salah satu alternatif bacaan yang menghibur karena "membuat penasaran" & "penuh dengan kejutan".

A Must-Read! :D

Sunday, 28 December 2008

Novel | "Laskar Pelangi IV" - Andrea Hirata


sumber gambar : http://id.wikipedia.org/wiki/Maryamah_Karpov

A.k.a Maryamah Karpov : Mimpi-Mimpi Lintang, karya Andrea Hirata.

Disclaimer : Hati-hati spoiler nih.

Pertama-tama, perlu diingatkan bahwa membaca novel ini perlu adanya mind-set bahwa novel ini bersifat semibiografi, inspired by true story. Yang berarti, tidak seluruh ceritanya non-fiksi.

Ada beberapa adegan yang sepertinya sengaja dilebih-lebihkan oleh penulisnya untuk membuatnya lebih menarik. Membuat saya sempat bertanya-tanya : Gilee, seru banget kisah hidupnya... Ini beneran kejadian apa enggak sih?? Apalagi waktu saya membaca adegan di mana Ikal "merakit" perahu untuk mengarungi samudera demi mencari cinta pertamanya, dan bertemu bajak laut Selat Malaka yang haus darah. Takjub, pastinya.

Namun yang pasti, alur ceritanya mampu membuat saya penasaran ingin terus membalik halaman demi halamannya hingga halaman terakhir. Penasaran akan akhir kisah cinta Ikal dengan A Ling, sebenarnya. Selain menceritakan kelanjutan kisah tokoh-tokoh lama Laskar Pelangi, novel ini juga menceritakan dengan ringan mengenai budaya-budaya orang Melayu secara menarik.

Ada satu adegan yang membuat saya tertawa terpingkal-pingkal saat membaca novel ini : adegan saat Ikal akan dicabut geraham bungsunya oleh dokter gigi muda di kampungnya. Sebenarnya kalau diceritakan dengan normal dan biasa, adegan ini mungkin akan terkesan biasa-biasa saja. Tapi cara penuturan penulis dalam menceritakannya benar-benar membuat saya kagum, sumpah kocaaak abissh!! :)) Jenius memang. Heuheu...

Secara keseluruhan, novel terakhir ini amat menghibur walaupun adegan penutupnya mungkin akan membuat para pengikut tetralogi Laskar Pelangi agak sedikit kecewa. Seperti "penutup yang belum seluruhnya ditutup". Menggantung. Dan membuat kita merasa "sayang", seperti suapan terakhir kue lezat yang tidak ingin cepat-cepat dihabiskan, namun mau tidak mau harus dihabiskan karena sudah tidak tersedia lagi di mana-mana.

Sepertinya dalam novel ini Andrea ingin menitipkan pesan bagi para pengusung mimpi, bahwa walaupun suatu ketika ada mimpi terbesarmu yang tidak tercapai, namun janganlah kau sampai patah semangat. Karena, sebagaimana pesan Andrea Hirata dalam bukunya:

Rahasia
Kuberitahu satu rahasia padamu, Kawan
Buah paling manis dari berani bermimpi
Adalah kejadian-kejadian menakjubkan
Dalam perjalanan menggapainya


Jangan pernah takut untuk bermimpi!

+ + + + +

Jadi penasaran akan karya Andrea Hirata selanjutnya. :)
Related Posts with Thumbnails

Rekomendasi Kami